DUNIA

Kamis, 07 November 2019 | 16:30 WIB

Akhirnya Israel Bangun Kereta Gantung di Yerusalem

Akhirnya Israel Bangun Kereta Gantung di Yerusalem
(Istimewa)

INILAHCOM, Yerusalem--Rencana kontroversial pembangunan jaringan kereta gantung di Kota Tua Yerusalem untuk membawa para pengunjung ke salah-satu situs paling suci umat Yahudi telah disetujui oleh kabinet Israel. Demikian BBC, Kamis (7/11/2019).

Kereta gantung, yang dapat menampung hingga 3.000 orang per jam, akan menempuh sekitar 1,4 km dari Yerusalem Barat ke Tembok Barat di Yerusalem Timur yang diduduki Israel.

Pemerintah Israel mengatakan proyek kereta gantung itu akan mengurangi kemacetan lalu lintas.

Tetapi sejumlah kalangan mengatakan proyek itu akan merusak lanskap bersejarah di wilayah itu.

Mereka lantas berencana mengajukan petisi kepada Pengadilan Tinggi Israel agar proyek itu dihentikan.

Emek Shaveh, LSM yang peduli terhadap peninggalan bangunan bersejarah, memperingatkan jaringan kereta gantung akan mengubah lanskap Kota Tua, yang sudah ditetapkan sebagai situs warisan dunia Unesco.

Proyek itu juga dianggap akan berdampak buruk kepada warga Palestina yang tinggal di wilayah Silwan, karena terletak di jalur pembangunan kereta gantung.

Emek Shaveh menuduh proyek itu "lebih untuk memenuhi agenda yang sangat politis".

Otoritas Palestina dan pemerintah Yordania juga menyatakan keprihatinan tentang dampak pembangunan jalur kereta gantung itu bagi keberadaan kawasan Kota Tua.

Tembok Barat, yang merupakan sisa-sisa reruntuhan situs Kuil Yahudi dihancurkan oleh Kekaisaran Romawi hampir 2.000 tahun lalu, telah menarik jutaan pengunjung dan peziarah setiap tahunnya.

Sebelum proyek ini disetujui pada Senin, Menteri Keuangan Israel Moshe Kahlon mengatakan bahwa masyarakat kesulitan untuk mengakses secara optimal ke Tembok Barat.

"Tidak mungkin dalam lalu lintas yang padat, ribuan orang yang akan berdoa, mengunjungi dan mengambil bagian dalam upacara militer dan nasional, ke lokasi itu," dia menambahkan, seperti dikutip surat kabar Israel, Haaretz.

Adapun Menteri Urusan Yerusalem Zeev Elkin mengatakan: "Ini adalah proyek strategis untuk mempromosikan pariwisata di Kota Tua. Secara bertahap, kami mengubah sebuah visi menjadi kenyataan baru."

Selama ini, status Yerusalem merupakan titik pusat konflik antara Israel-Palestina.

Israel menganggap Yerusalem sebagai ibu kotanya yang "abadi dan tak terbagi", sementara Palestina mengklaim Yerusalem Timur--yang diduduki oleh Israel dalam perang Timur Tengah 1967--sebagai ibu kota negara masa depan. [bbc/lat]

#Israel #Kereta #Yerusalem
BERITA TERKAIT
Perang Baru Israel-Palestina Berkobar
Israel Bunuh Komandan Senior Palestina
Kompor Meledak di Kereta, 74 Penumpang Tewas
Latihan Militer AS-Korsel Membuat Korut Marah
(Pelecehan Seksual Anak) Mantan Bendahara Vatikan Diizinkan Banding
Pemakzulan Trump, Fraksi Republik Pasang Badan
Al Qaeda Kembali Bangun Kekuatan

kembali ke atas