GAYA HIDUP

Kamis, 07 November 2019 | 20:10 WIB

Sampah jadi Sebab Turun Kunjungan Wisatawan Bali

Mia Umi Kartikawati
Sampah jadi Sebab Turun Kunjungan Wisatawan Bali
(inilahcom)

INILAHCOM, Bali - Bali masih menjadi primadona tempat wisata yang sering dikunjungi wisatawan asing maupun domestik.

Hal tersebut bisa dilihat dari data yang menunjukkan Bali dikunjungi oleh 16 juta wisatawan setiap tahun dan menyumbang USD 7,6 miliar (100 triliun rupiah) pada tahun 2018 yaitu sekitar 40 persen dari pendapatan negara dari sektor pariwisata.

Namun terjadi perubahan pada 2019, telah terjadi penurunan jumlah pengunjung yang signifikan yang menyebabkan penurunan belanja pariwisata di Bali sekitar delapan persen.

Salah satu alasan utama turis asing tidak kembali ke Bali adalah sampah.

Bali menghasilkan sekitar 1,6 juta ton sampah per tahun dan 20 persen dari itu adalah sampah plastik.

Karena itu, kampanye budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab untuk melindungi Bali digagas oleh PT. Multi Bintang Indonesia dengan aktivis lingkungan Gary Bencheghib, pendiri Make A Change World.

Kampanye ini juga akan mencakup pemasangan 100 trash booms di sekitar Bali, solusi teknologi terjangkau untuk jebakan sampah yang dikembangkan oleh perusahaan startup lingkungan asal Jerman, Plastic Fisher.

Trash booms secara efektif dapat menghentikan sampah masuk ke sungai, saluran air, dan pantai Bali.

"Ini adalah komitmen kami untuk mendukung pariwisata Indonesia dan memastikan Bali terus menjadi tujuan. Kami percaya cara terbaik untuk mencegah sampah ke pantai dan laut dimulai dari budaya perilaku kelola sampah yang bertanggung jawab dan mencegah sampah ke sungai, kata Mariska van Drooge, Marketing Director PT Multi Bintang Indonesia Niaga, di Bali, baru - baru ini.

Safri Burhanuddin, Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, IPTEK, dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia menambahkan, pihaknya sangat menghargai usaha masyarakat yang didukung oleh swasta seperti ini.

"Dalam 10 tahun terakhir, kami telah meluncurkan ekspedisi di beberapa sungai paling tercemar di dunia dan telah melihat sendiri perlunya tindakan sesegera mungkin. Jadi, untuk merayakan sepuluh tahun berdiri, kami sangat senang untuk berkontribusi ke tempat awal semuanya dimulai yaitu Bali," kata Gary Bencheghib.

Sebagai permulaan, akan ada tiga trash booms sungai di anak-anak Sungai Ayung, jalur air terpenting di Bali.

Trash booms pertama telah dipasang di Sungai Ye Poh di Desa Kerobokan Kelod.

Sedangkan, trash booms yang lain akan dipasang beberapa minggu mendatang dan selanjutnya akan diikuti oleh kampanye edukasi interaktif soal tata kelola sampah untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya untuk tidak membuang sampah di sungai.

"Kami menciptakan trash booms yang efektif dan terbuat dari bahan-bahan lokal untuk memberikan solusi pengumpulan sampah di sungai yang sederhana dan efisien sesegera mungkin. Alat ini mudah dirakit dan dirawat. Sebelumnya, kami telah berhasil mengimplementasikan ini di Sungai Citarum," kata Moritz Schulz, Leading Engineer Plastic Fischer.

Untuk melacak perkembangan dan keefektifan kegiatan ini, sebuah platform online bernama River Watch diaktifkan untuk memantau sungai dan memberikan edukasi publik.

Platform online ini diharapkan menjadi platform sungai bersih di seluruh dunia.(tka)

#sampah #turun #kunjungan #wisatawan #bali
BERITA TERKAIT
Tips Raih Prestasi di Ajang Triathlon
(Herbalife Bali International Triathlon 2019) Ajang Sport Turism Tingkatkan Kunjungan Wisata
Dive Nobatkan Indonesia, Best Destination 2019
Lounge Baru Terminal 2 Soetta Manjakan Travellers
(Kemenparekraf) Sales Mission Singapura Promo Danau Toba-Mandalika
Kompetisi Bunga Internasional Libatkan Siswa SD
Seru, Tradisi Cari Jodoh di Kabuenga Wakatobi Wave

kembali ke atas