MOZAIK

Jumat, 08 November 2019 | 13:00 WIB

Benarkah Ada Dalil tentang Pahala Dipoligami?

Benarkah Ada Dalil tentang Pahala Dipoligami?
(Foto: Ilustrasi)

KAMI belum mengetahui ada dalil yang shahih yang menyatakan tentang pahala yang anda sebutkan, akan tetapi Imam Thabrani meriwayatkan dari Ibnu Masud dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam- bersabda: Sungguh Alloh telah menetapkan rasa cemburu kepada para wanita, dan menetapkan jihad kepada para laki-laki, barang siapa di antara mereka (para wanita) itu bersabar karena iman dan penuh pengharapan, maka baginya sama dengan pahala orang yang mati syahid. (Hadits ini didhaifkan oleh Albani dalam Dhaiful Jami as Shaghir: 1626)

Jika seorang wanita bersabar dalam ketaatan kepada suaminya, maka hal itu menjadi salah satu sebab yang akan mengantarkannya masuk surga, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban: Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa (pada bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya, taat kepada suaminya, maka akan dikatakan kepadanya: Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu sukai. (Haidits ini dishahihkan oleh Albani dalam Shahih al Jami ash Shaghir: 660)

Kesabarannya atas poligami suaminya dengan wanita lain akan mendapatkan pahala khusus di atas yang telah disebutkan dalam hadits tersebut, dilihat dari beberapa hal:

1. Bahwa suaminya menikah lagi dengan wanita lain menjadi ujian baginya, jika dia bersabar akan hal itu, maka dia akan mendapatkan pahala sabar dari ujian tersebut, sebagaimana firman Allah Taala-: Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (QS. Az Zumar: 10)

Di dalam hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam- disebutkan: Tidaklah seorang muslim terkena penyakit, atau penyakit menahun, atau kecemasan, kesedihan, disakiti, kesusahan, sampai sebuah duri yang menancap pun kecuali Alloh akan mengampuni sebagian dosa-dosanya. (HR. Bukhori: 5642 dan Muslim: 2573 dari hadits Abu Said dan Abu Hurairah)

Imam Tirmidzi (2399) juga telah meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam- bersabda: Selama bala (ujian) masih bersama seorang mukmin laki-laki dan perempuan yang menimpa dirinya, anak dan hartanya sampai dia menghadap Alloh dengan tanpa satu kesalahan pun. (Dishahihkan oleh Albani dalam Shahihul Jami: 5815)

2. Jika seorang istri menerima poligami suaminya dengan tetap berlaku baik kepadanya dan kepada istri keduanya, maka baginya pahala orang-orang yang berlaku baik, seperti dalam firman Allah: Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik". (QS. Yusuf: 90)

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). (QS. Ar Rahman: 60)
Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al Ankabut: 69)

3. Jika dia marah namun meredam amarahnya dan menahan lisannya, maka dia mendapatkan pahala menahan amarah. Allah Taala- berfirman tentang penduduk surga: dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali Imran: 134)

Inilah beberapa pahala tambahan bagi wanita di samping pahala ketaatannya kepada suaminya pada kesehariannya. Ketahuilah bahwa kehidupan ini adalah ujian dan cobaan, alangkah cepatnya sirnanya, maka selamat kepada mereka yang bersabar dalam ketaatan kepada Allah sehingga dia meraih kenikmatan yang abadi di surga. Wallahu alam. [islamqa]

BERITA TERKAIT
Salahkah Jika Muslim Amini Doa Orang Kafir?
Doa Orang Kafir Sia-Sia Belaka?
Dua Cara Terhindar dari Siksa Kubur
Ini Hukuman Bagi Media Penyebar Hoax
Hukum Ereksi Ketika Sedang Salat
Solusi Pernikahan: Tak Bisa Melupakan Mantan
Rumah Tangga Bertengkar? Hindari Tiga Hal Ini

kembali ke atas