PASAR MODAL

Jumat, 08 November 2019 | 10:21 WIB

Saham PT Ginting Jaya Energi Menuju Rp470

Saham PT Ginting Jaya Energi Menuju Rp470
PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS) (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS) melaksanakan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) saham. Saat perdagangan awal naik 4,44 persen atau 20 poin ke harga Rp470 per saham dari harga penawaran yang diharga Rp 450 per saham.

Saham perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di bidang utilitas dan penyewaan jasa rig workover dan well services (Wows) dan enhanced oil recovery (EOR) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dikategorikan sebagai saham syariah dan dilepas kepublik sebanyak 750.000.000 lembar saham yang mewakili 30,29 persen modal yang dikeluarkan dan disetor perseroan setelah penawaran umum perdana, dengan harga Rp 450 per saham.

Berdasarkan hasil bookbuilding di harga Rp 375 Rp 450 dan mengalami oversubscribed 30,9 kali, harga per lembar saham dinyatakan sebesar Rp 450, dengan target peraihan dana IPO sebesar Rp 337,5 miliar, kata CEO Ginting Jaya Energi Tbk Jimmy Hidayat di gedung BEI Jakarta, Jumat (8/11).

Rencananya sebanyak 63,56 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha dalam bentuk penambahan 7 rig work over dan well services (Wows) perseroan.

Selain itu juga untuk Pembelian aset tetap untuk mendukung operasional sebesar 16,74 persen dan pelunasan sebagian utang leasing dengan perusahaan pembiayaan yang merupakan pihak ketiga sebanyak 13,06 persen, jelasnya.

Dalam aksi korporasi ini, PT Ginting Jaya Energi Tbk telah menunjuk Jasa Utama Capital Sekuritas dan MNC Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi.

Pendapatan perusahaan tahun 2020 pasca IPO diproyeksikan akan naik 1,5 kali lipat dengan laba bersih tumbuh hingga 250 persen. Pada 2019 Ginting Jaya Energi Tbk menargetkan pendapatan senilai Rp185 miliar.

Target ini meningkat sebesar 10,02 persen dibanding tahun 2018. Adapun laba bersih pada 2019 perseroan menargetkan perolehan Rp31 miliar. Nilai tersebut berdasarkan pada nilai kontrak yang didapat pada tahun ini.

Pada April 2019, Ginting Jaya Energi Tbk mendapatkan kontrak senilai Rp390 miliar untuk layanan workover dan well service (wows) yang dengan masa kontrak selama 2 tahun.

Karena kontraknya 2 tahun, jadi tahun ini kami dapat separuh dari total nilai kontrak senilai Rp390 miliar, jelas Jimmy.

Saat ini Ginting Jaya Energi Tbk memiliki 9 unit rig WOWS yang beroperasi di Sumatera Selatan. Adapun potensi bisnis WOWS di Indonesia diprediksi mencapai sekitar Rp 23 triliun per tahun dan kebal terhadap fluktuasi harga minyak.

Dengan tambahan 7 unit rig di tahun 2020 dan target penambahan hingga 23 unit pada 2023, maka Ginting Jaya Energi Tbk akan menjadi perusahaan penyedia jasa penyewaan rig WOWS terbesar di wilayah Asia Pasifik. [nes]

#WOWS #GintingJayaEnergi #IPO
BERITA TERKAIT
PT Indonesia Fibreboard akan Listing Hari Ini
PT Repower Asia IPO dengan Kode REAL
Produsen Popok Bayi Siap Melantai di Bursa
Harga Saham IPO PT Asia Sejahtera Rp110/Saham
Ada 26 Emiten Kena Sanksi dan Denda dari BEI
Bursa Saham Asia Berakhir Naik
IHSG Sisakan Pelemahan 0,05% ke 6.180

kembali ke atas