NASIONAL

Selasa, 12 November 2019 | 10:53 WIB
(Kasus Suap Gula di PTPN III)

KPK Panggil Dua Dirut PTPN

Ivan Sethyadi
KPK Panggil Dua Dirut PTPN
Juru bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Inilahcom/Ivan Sethyadi)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII M. Cholidi dan Dirut PTPN IX Iryanto Hutagaol, Selasa (12/11/2019).

Mereka akan diperiksa terkait dengan kasus dugaan suap distribusi gula di holding PT Perkebunan Nusantara III tahun 2019.

"Keduanya dipanggil sebagai saksi untuk tersangka IKL (I Kadek Kertha Laksana)" kata Juru bicara KPK Febri Diansyah dikonfirmasi lewat pesan singkat.

Febri tidak merinci kaitan keduanya dalam kasus suap distribusi gula ini. Termasuk soal kedekatan dengan Kertha Laksana yang merupakan mantan Direktur Pemasaran PTPN III.

Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan di Jakarta yang berhasil menjaring lima orang pada awal September 2019.

Tiga di antaranya yakni Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) Dolly Pulungan, Direktur Pemasaran PTPN III I Kadek Kertha Laksana dan pengusaha gula yang juga bos PT Fajar Mulia Transindo Pieko Nyotosetiadi sebagai tersangka.

Dolly melalui Kadek Kertha Laksana diduga menerima suap sebesar SGD 345.000 dari Pieko. Suap ini diberikan terkait distribusi gula di PTPN III.

Pieko merupakan pemilik dari PT Fajar Mulia Transindo dan perusahaan lain yang bergerak di bidang distribusi gula. Pada awal tahun 2019 perusahaan Pieko ditunjuk menjadi pihak swasta dalam skema long term contract dengan PTPN III (Persero).

Dalam kontrak ini, pihak swasta mendapat kuota untuk mengimpor gula secara rutin setiap bulan selama kontrak berjalan. Di PTPN III terdapat aturan internal mengenai harga gula bulanan yang disepakati oleh tiga komponen yaitu PTPN III, Pengusaha Gula, dan ASB selaku Ketua Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI). Dalam sebuah pertemuan, Dolly meminta uang pada Pieko terkait persoalan pribadinya untuk menyelesaikannya melalui ASB.

Dolly kemudian meminta Kadek Kertha Laksana untuk menemui Pieko untuk menindaklanjuti permintaan uang sebelumnya.

Dalam pertemuan itu, Pieko memerintahkan orang kepercayaannya bernama Ramlin untuk mengambil uang di money changer dan menyerahkannya kepada Corry Luca, pegawai PT KPBN anak usaha PTPN III di Kantor PTPN. Selanjutnya Corry mengantarkan uang sebesar SGD 345.000 kepada ke Kadek Kertha Laksana di Kantor KPBN. [rok]

#KPK
BERITA TERKAIT
KPK Bakal Bongkar Pejabat Garuda Yang Terlibat
Eks Presdir Lippo Cikarang Berlindung ke Presiden
KPK Perpanjang Tahanan Eks Presdir Lippo Cikarang
KPK Periksa GM Hyundai & Direktur PT King Property
KPK Minta Garuda Jelaskan Soal Onderdil "Gelap"
KPK Kecewa MA Kabulkan Kasasi Idrus Marham
Gubernur Kepri Didakwa Terima Suap Dan Gratifikasi

kembali ke atas