NASIONAL

Rabu, 13 November 2019 | 22:57 WIB

DPD Golkar Papua Imbau Kader Cooling Down

DPD Golkar Papua Imbau Kader Cooling Down
Ketua DPD Golkar Papua Klemen Tinal (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPD Golkar Papua Klemen Tinal menyatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan menjelang Munas Golkar pada 4-6 Desember 2019 mendatang. Dirinya meyakini emua berjalan pada track-nya.

"Percayalah, kader-kader terbaik Partai Golkar itu sudah cerdas dan dewasa semua. Partai Golkar juga sudah semakin dewasa. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ujarnya, Rabu (13/11/2019).

Menuju munas yang merupakan forum tertinggi dalam pengambilan keputusan tersebut, termasuk menetapkan ketua umum Partai Golkar periode 2019-2024, Klemen Tinal justru mengimbau agar tidak ada yang memanas-manasi situasi sehingga berpotensi menimbulkan kekacauan.

"Saya imbau, ya, semua kader Partai Golkar cooling down. Tumbuhkan suasana sejuk, tetap timbulkan kemesraan. Kita ini satu keluarga. Keluarga besar Partai Golkar yang sama-sama kita cintai. Partai Golkar harus semakin besar, karena itu kita harus kian bersatu dan mesra," ujar Klemen Tinal yang juga Wagub Papua dua periode, 2013-2018 dan 2018-2023.

Klemen Tinal yang berada di Jakarta untuk mengikuti Rapimnas Partai Golkar, 14-15 November, juga menegaskan bahwa semua kader Partai Golkar sudah sama-sama memahami mekanisme partai. Termasuk dalam menetapkan ketua umum. "Semua DPD Tingkat I dan DPD Tingkat II sudah mengerti dan memahami mekanisme partai dengan baik," jelasnya.

Karena sudah memahami mekanisme partai itu, kata Klemen Tinal, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan menjelang munas nanti. "Ya, karena sudah ada mekanismenya, sesuai AD/ART. Kita ikuti saja. Tidak melenceng dari situ, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan," tuturnya.

Terkait dengan figur ketua umum Partai Golkar periode 2019-2024, Klemen Tinal mengatakan bahwa semua baru akan jelas dan terang ke saat mendekati munas. "Saya baru mendengar satu-dua nama, mungkin akan semakin terang mendekati ke saat munas," tegasnya.

Soal calon-calon untuk munas nanti, kata Klemen Tinal, tidak akan dibahas di rapimnas. Rapimnas hanya menetapkan agenda dan teknis pelaksanaan munas, tetapi tidak menyebutkan nama-nama kandidat ketua umum, yang sejauh ini masih berpusat pada dua sosok. Yakni, Airlangga Hartarto yang inkumben dan Bambang Soesatyo, ketua MPR.

"Saya kira, siapa ketua umum terpilih, itu sudah bisa diketahui dari pandangan umum DPD DPD Tingkat I. Kita ikuti mekanismenya saja. Pandangan umum mencerminkan sikap politik dan pilihan DPD-DPD," ujarnya. [ton]

BERITA TERKAIT
Warga Malang Dikejutkan Munculnya Sumur Tiban
Berantas Korupsi, Pemkab Pamekasan Gandeng KPK
KAI Catat 351 Titik Rawan di Jalur Jawa & Sumatra
4 Parpol Tolak Eks Napi Korupsi pada Pilkada 2020
Khofifah Akui Tak Ada Urusan Soal Kakanwil Kemenag
(Mumtaz Rais untuk Pilkada Sleman) Antara Politik Dinasti dan Keretakan Keluarga?
KPK Apresiasi MK Soal Napi Koruptor Nyaleg Lagi

kembali ke atas