DUNIA

Kamis, 14 November 2019 | 07:08 WIB

Latihan Militer AS-Korsel Membuat Korut Marah

Latihan Militer AS-Korsel Membuat Korut Marah
(voanews)


INILAHCOM, Pyongyang--Badan pembuat keputusan tertinggi Korea Utara (Korut) menyatakan marah atas rencana latihan militer gabungan AS-Korea Selatan (Korsel). Mereka memperingatkan bahwa AS akan menghadapi ancaman yang lebih besar dan penderitaan berat jika mengabaikan tenggat waktu akhir tahun yang ditetapkan pemimpin Korut Kim Jong-un untuk menyelamatkan pembicaraan nuklir.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan media pemerintah, juru bicara Komisi Urusan Negara, Korut mengatakan, latihan itu melanggar kesepakatan antara Kim dan Presiden AS Donald Trump terkait usaha memperbaiki hubungan bilateral, dan mendorong Korut untuk meningkatkan kesiagaan perangnya.

Kim adalah ketua komisi tersebut, yang didirikan pada 2016, menyusul usaha bertahun-tahun untuk mengkonsolidasi kekuatan dan memusatkan pemerintahan.

Pernyataan tersebut merupakan ungkapan ketidaksenangan Korut terbaru mengenai latihan militer tersebut dan lambatnya perundingan nuklir dengan Washington. Pembicaraan itu terhambat karena adanya ketidaksepakatan terkait langkah-langkah perlucutan nuklir dan pelonggaran sanksi-sanksi.

Korut juga meningkatkan uji misilnya pada beberapa bulan terakhir. Para pakar berpendapat, Pyongyang kemungkinan akan terus memamerkan senjata untuk menekan Washington, mengingat semakin dekatnya tenggat waktu yang ditetapkan Korea Utara agar pemerintah Trump menawarkan kesepakatan dengan ketentuan-ketentuan yang bisa diterima kedua belah pihak.

Juru bicara itu mengatakan, latihan bersama itu terus menerus menciptakan lingkaran setan dalam hubungan AS-Korut. [voa/lat]

#Latihan #Militer #AS-Korsel #Korut #Marah
BERITA TERKAIT
Korut Ancam akan Kembali Sebut Trump Pikun
Ratusan Pengacara Serbu RS, Tiga Pasien Tewas
Konservatif Menang Pemilu, Inggris Keluar dari UE
Trump Diperkirakan Selamat dari Pemakzulan
Voting Pasal-pasal Pemakzulan Trump Digelar
Lebih Banyak Orang AS Pilih Meninggal di Rumah
Serikat Buruh Prancis Lanjutkan Pemogokan Massal

kembali ke atas