TEKNOLOGI

Kamis, 14 November 2019 | 13:44 WIB

Menristek Ajak Media Edukasi dan Budayakan Inovasi

Menristek Ajak Media Edukasi dan Budayakan Inovasi
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro (Foto: Humas Kemenristek)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro mengatakan saat ini isu riset dan inovasi masih merupakan isu 'segmented' di kalangan peneliti dan akademisi dan belum menjadi isu populis yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Untuk itu, Menteri Bambang mengajak media massa baik cetak, elektronik maupun online untuk terlibat aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya riset, teknologi dan inovasi bagi kemandirian dan perekonomian nasional. Sehingga riset dan inovasi menjadi budaya baru di tengah masyarakat.

Bambang mengatakan, riset dan inovasi tidak semuanya harus canggih yang melibatkan peralatan modern yang mahal, namun inovasi juga dapat muncul dari hal yang sederhana namun tepat guna (teknologi tepat guna) yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat. Pelaku riset dan inovasi pun tidak melulu berasal dari kalangan peneliti dan akademisi, masyarakat biasa juga dapat terlibat untuk memecahkan permasalahan yang ada dengan penemuan solutif.

"Selain inovasi yang dilakukan oleh LPNK, PTN, PTS, K/L, BUMN, dan BUMS ada juga yang dilakukan oleh masyarakat secara langsung yang konteksnya lebih ke inovasi membuat suatu produk, contohnya dalam 2 hari terakhir ini yaitu Helikopter buatan Sukabumi. Saya sudah meminta Lapan untuk mengecek standar dan kualitasnya secara langsung kesana. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat pun bisa berinovasi tinggal bagaimana pemerintah menyikapinya," ungkap Menteri Bambang saat berdialog dengan Forum Wartawan Teknologi dan Inovasi (Forwatekin) di Gedung BPPT 2, Rabu (13/11/2019).

Menurut Menteri Bambang budaya inovasi dan seluruh kegiatannya akan dapat terlengkapi dengan pendekatan Triple Helix. Saat ini semua lapisan masyarakat bisa menjadi inovator berdasarkan rasa keingintahuannya untuk memecahkan masalah dan tantangan-tantangan yang terjadi saat ini dan dalam rangka menghadapi Revolusi Industri ke-4, ke-5, dan ke-6.

"Saya meyakini inovasi-inovasi di Indonesia akan mendunia, dan yang perlu kita ketahui juga adalah bahwa inovasi tidak melulu soal teknologi yang canggih tetapi juga teknologi tepat guna yang bisa diproduksi oleh Usaha Kecil Menengah (UKM). Selain itu diperlukan juga kita untuk mempersiapkan SDM yang unggul dalam rangka menghadapi tantangan era Revolusi Industri ke-4, ke-5, dan ke-6, semua hal tersebut harus kita persiapkan dari sekarang," tegas Menteri Bambang.

Menristek/Kepala BRIN menjelaskan bahwa BRIN ini terbentuk berdasarkan amanat dari UU No. 11 tahun 2019 tentang Sisnas Iptek dimana didalamnya disebutkan perlu dibentuk BRIN untuk menjalankan kegiatan Penelitian, Pengembangan, Pengkajian, dan Penerapan secara terintegrasi. Yang dimaksud terintegrasi disini adalah terkait program, anggaran, implementasi dan lain sebagainya. Untuk struktur organisasi dari Kemenristek/BRIN sendiri akan selesai paling lambat Januari 2020.

"Dengan adanya BRIN tersebut yang tugasnya adalah menjalankan secara terintegrasi Penelitian, Pengembangan, Pengkajian, dan Penerapan (Litbangjirap) maka, BRIN ini akan menjadi platform dan konsolidator dari seluruh kegiatan Litbangjirap tersebut yang saat ini sudah tersebar di Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta, Badan Litbang yang ada di Kementerian/Lembaga (K/L), BUMN, dan BUMS," ujar Menteri Bambang.

Menteri Bambang menjelaskan BRIN merupakan organisasi baru yang mempunyai suatu target dalam membudayakan inovasi di Indonesia dan mendorong sebanyak mungkin invensi hasil penemuan Prototype atau hak paten yang selama ini "sedikit menganggur" agar menjadi sesuatu yang bisa dihilirkan ke sektor industri.

Menristek/Kepala BRIN menyambut positif pertemuan dengan Forum Wartawan Iptek dan Inovasi ini sebagai upaya untuk memperkuat kemitraan yang baik antara pemerintah dan media massa. Menteri Bambang berharap pertemuan seperti ini dapat digelar rutin untuk meningkatkan pemahaman media massa mengenai kebijakan kementerian, sekaligus ajang untuk mendapatkan masukan yang membangun dari kalangan jurnalis mengenai dampak kebijakan di tengah masyarakat.

"Saya berharap pertemuan seperti ini dapat rutin dilaksanakan, tidak harus Menteri yang menjadi pembicara, namun dapat juga jajaran Eselon I dan II, Kepala LPNK serta para peneliti juga harus aktif berkomunikasi dengan media sehingga isu riset dan inovasi lebih membumi lagi di tengah masyarakat," tutup Bambang.

Pada kesempatan ini, jurnalis yang tergabung dalam Forwatekin dan jurnalis yang 'concern' terhadap isu iptek dan inovasi menyampaikan harapan kepada Menristek/Kepala BRIN agar selalu membuka pintu komunikasi yang baik kepada media. Kementerian juga diharapkan dapat membuka akses terhadap kebijakan-kebijakan terbaru, data-data terkait riset dan inovasi maupun kesempatan untuk menggali lebih dalam isu riset dan inovasi melalui jumpa pers maupun wawancara.

Jurnalis yang hadir juga memberikan masukan disediakan 'press room' dan juga meminta agar narasumber kementerian terutama di kalangan peneliti untuk lebih terbuka dan komunikatif dengan media, karena selama ini dinilai beberapa peneliti dan ilmuwan masih belum terbiasa menghadapi media, sehingga belum terjalin komunikasi yang baik.

Turut hadir pada acara tersebut Deputi Penguatan Inovasi Jumain Appe, Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi, Staf Khusus Menteri Danang Rizki Ginanjar, serta rekan-rekan media. [*]

#Kemenristek #BambangPSBrodjonegoro
BERITA TERKAIT
Menristek Dorong Perempuan Berkarier di STEM
Menristek: RI Target 2 Juta Motor Listrik di 2025
The NextDev Summit 2019 Dorong Ekosistem Digital
ASUS x Adidas Siapkan ZenBook Pro Duo Edisi Khusus
Auddi RG Pecahkan Rekor di Final Lomba Slalom Brio
Inilah Seluruh Pemenang Daihatsu Setia 2019
Vivo S1 Pro Live Experience Tour Hadir di Bekasi

kembali ke atas