EKONOMI

Jumat, 15 November 2019 | 04:09 WIB

Srikandi Indonesia Ini Ingin Bumikan Tenun Lokal

Srikandi Indonesia Ini Ingin Bumikan Tenun Lokal
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Sejumlah Srikandi budaya yang tergabung dalam Komunitas Kridha Dhari Indonesia dan Forum Alumni Nusantara, giat membangun industri kerajinan yang mengangkat budaya lokal. Sasarannya kerajinan batik dan tenun.

Seperti perancang busana senior Dhanny Dahlan yang kini menjadi pegiat budaya serta aktivis Perkumpulan Cinta Tenun Indonesia, mengakui bahwa tenun Indonesia memiliki nilai ekonomi tinggi. Untuk itulah, dirinya concern berkeliling Indonesia untuk memberikan pendampingan terhadap industri tenun tradisional di daerah pinggiran yang masih miskin.

"Kami ingin tenun Indonesia dijadikan gaya hidup, sebagaimana batik. Dari sisi ekonomi, jelas akan efektif dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, khususnya di pelosok," paparnya dalam acara jumpa pers Komunitas Kridha Dhari Indonesia dan Forum Alumni Nusantara memperingati Hari Pahlawan di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Kata dia, Indonesia sangat kaya akan teknik menenun. Dalam catatannya sedikitnya ada 12 teknik tenun dari berbagai daerah di Indonesia. Dari Sabang hingga Papua. "Negara lain memang punya tenun seperti Thailand, Vietnam, dan Kamboja. Tetapi teknik tenun dari Indonesia, lebih mumpuni dan beragam. Jelas ini potensi ekonomi yang perlu terus dikembangkan," ungkapnya.

Sejauh ini, lanjut putri bungsu dari Ahmad Dahlan Ranuwihardjo, seorang intelektual Muslim serta sesepuh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini, dirinya telah membentuk 15 sentra tenun di Indonesia. Upaya untuk memajukan industri tenun trandisional dilakukan dalam bentuk pelatihan proses produksi, efisiensi biaya produksi, peningkatan kualitas produk hingga bantuan pemasaran.

"Yang kita garap adalah daerah yang masih miskin. Misalnya di wilayah Sumatera Barat, Indralaya (Sumatera Selatan), Badui, Garut, Bagian Selatan Jawa Tengah, Bali Lombok, Buton, Sulawesi Tenggara, Pulau Makassar, Buton, Wakatobi, Kolaka, Sambas dan Tidore," ungkapnya.

Sementara Precilla Estevina, Ketua Umum Komunitas Kridha Dhari Indonesia, mengatakan, komunitas ini bertujuan untuk melestarikan budaya Indonesia, sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi dari kebudayaan asli Indonesia. "Termasuk membumikan Batik serta Tenun asli Indonesia. Di mana, keduanya sarat akan nilai-nilai budaya Indonesia," ungkapnya.

Menyambut Hari Pahlawan 10 November, lanjutnya, Komunitas Kridha Dhari Indonesia dan Forum Alumni Nusantara menggelar kegiatan budaya yang bertajuk "Kita Indonesia Keren, Wastra Nusantara Untuk Bangsa." Acaranya digelar pada Kamis (14/11/2019) di Galery Street Mall, Pondok Indah, Jakarta. [tar]

#IndustriTenun #EkonomiKreatif
BERITA TERKAIT
(Financial Award 2019) Sandi Ingatkan Milenial,Jangan Tuwir Sebelum Tajir
Harley Selundupan, Asosiasi Pilot Dukung Bos BUMN
Demi Petani, Kemendag Pelototi Distribusi Pupuk
Penyelundupan Harley di Garuda, Sri Mulyani Heran
B Corp Forum Ajak Swasta Buat Solusi Lingkungan
Kementan Koneksikan Jaringan Informasi Pertanian
Eco Fashion Week, Tonjolkan Tenun Pewarnaan Alami

kembali ke atas