METROPOLITAN

Jumat, 15 November 2019 | 22:48 WIB

Lapor Jual Kendaraan Bermotor Lewat Aplikasi Ini

Happy Karundeng
Lapor Jual Kendaraan Bermotor Lewat Aplikasi Ini
Samolnas (Samsat Online Nasional) (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Seksi STNK Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Arief Fazlurrachman mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan BPRD DKI Jakarta telah meluncurkan aplikasi yang bisa mempermudah wajib pajak dalam menjalankan lapor jual kendaraan bermotor.

Aplikasi ini diluncurkan guna menghindar dari pajak progresif. Jadi, sebaiknya setelah menjual kendaraan, segera lakukan pemblokiran Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Dulunya, memang hanya bisa dilakukan secara manual, yaitu datang langsung ke Samsat. Namun, sekarang pemblokiran STNK akan bisa dilakukan secara online melalui aplikasi.

"Ya aplikasi ini diluncurkan untuk memperpendek jarak antara wajib pajak dengan kantor pembayaran ojak kendaraan bermotor dalam hal melakukan lapor jual. Bayar pajak PKB kendaraan dan pengesahannya saja bisa online pakai aplikasi Samolnas (Samsat Online Nasional). Kok blokir atau lapor jual masih harus sulit-sulit datang ke Samsat," katanya di Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Aplikasi ini diperuntukkan bagi pemilik kendaraan yang sudah melakukan penjualan unit kendaraan bermotor yang sebelumnya bisa dilakukan di kantor.

"Jadi kalau ada orang yang sudah menjual kendaraannya, bisa melakukan lapor jual objek pajak lewat aplikasi ini, tidak perlu lagi datang ke kantor. Bisa dilakukan dari rumah. Dengan mendaftar dan mengisi semua dokumen syarat," jelasnya.

Ia menjelaskan, untuk mengakses aplikasi ini, sangat muda dengan perangkat telpon pintar. Wajib pajak tinggal membuka alamat pajakonline.jakarta.go.id, maka akan muncul halaman landing page dari Aplikasi Pajak Online DKI Jakarta.

"Tekan tombol masuk untuk membuka halaman login. Masukkan username (email) dan password, jika belum memiliki akun bisa melakukan
pendaftaran dengan cara menekan tombol daftar," ujarnya.

Setelah memasukkan username dan password tekan tombol masuk. Jika berhasil maka tampilan login akan berubah menjadi halaman Profil Wajib Pajak.

"Pilih jenis pajak PKB dengan menekan tombol PKB pada daftar pilihan tombol jenis pajak sebelah kiri. Jika NIK/NPWP yang digunakan untuk melakukan registrasi memiliki kendaraan yang sudah terkoneksi dengan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) maka data kendaraan yang dimiliki atas NIK tersebut akan otomatis muncul pada tabulasi objek pajak," paparnya.

Untuk melihat riwayat pembayaran/histori pembayaran dapat dilakukan dengan menekan tombol Histori Pembayaran lalu memilih nomor polisi kendaraan yang ingin dilihat riwayat

"Untuk melakukan permohonan layanan Lapor Jual Secara daring (online) dengan cara menekan tombol pelayanan pada tabulasi Pelayanan lalu pilih jenis Pelayanan Permohonan Lapor Jual," katanya.

"Maka akan muncul data kendaraan yang dimiliki. Kendaraan yang bisa diajukan lapor jual adalah kendaraan yang memiliki status 'TIDAK DIBLOKIR'" sambungnya.

Selanjutnya, wajib pajak tinggal pilih kendaraan yang akan dilapor jual dan dilanjutkan dengan menekan tombol Ajukan Lapor Jual. Akan muncul form isian permohonan Lapor Jual.

"Isi sesuaikan alamat sesuai dengan alamat domisili Wajib Pajak. Lampirkan dokumen-dokumen pendukung. Seperti KTP dan KK," ujarnya.

Format surat pernyataan dapat diunduh pada bagian kanan. Tekan tombol ceklis setuju dengan pernyataan diatas. Jika sudah yakin dengan isian maka dapat menekan tombol simpan.

"Jika sudah berhasil maka dapat notifikasi seperti gambar terlampir. Untuk meneruskan permohonan layanan dapat dilakukan dengan menekan tombol Kirim Permohonan. Akan muncul layar konfirmasi. Pilih tombol Ya untuk melanjutkan," jelasnya.

Status pelayanan akan berubah menjadi PELAYANAN MENUNGGU KODE VERIFIKASI, masukkan kode OTP yang sudah dikirimkan ke email dengan cara menekan tombol .

"Jika email masih belum diterima maka bisa memohon kode OTP kembali dengan cara menekan tombol. Jika berhasil maka akan muncul layar dialog Berhasil," katanya.

Berkas Permohonan akan diteruskan ke Petugas dan status pelayanan akan menjadi DALAM PROSES VERIFIKASI BERKAS. Jika berkas masih terdapat kekurangan maka petugas akan memberikan pesan kepada wajib pajak melalui pajak online dengan cara menekan tombol dan email yang digunakan pada pajakonline. Maka status akan berubah menjadi REJECT (BERKAS KURANG / DITOLAK).

"Wajib pajak dapat memperbaiki lampiran dengan cara menekan tombol edit. Jika sudah dilakukan perbaikan pada lampiran, maka wajib pajak menekan tombol untuk melanjutkan berkas kembali kepada petugas dan status pelayanan akan kembali menjadi 'DALAM PROSES VERIFIKASI BERKAS'" sambungnya.

Jika berkas sudah diterima petugas maka status akan berubah menjadi PELAYANAN DAPAT DICETAK. Untuk melihat pesan petugas dengan menekan tombol kirim.

"Jika berkas telah diproses kedalam SI-PKB maka status pelayanan akan berubah menjadi 'PELAYANAN DI INPUT KE SIM-PKB'" tandasnya. [wll]

#Aplikasi #Jual #Motor
BERITA TERKAIT
Pria Ini Diduga Jatuhkan Diri Dari Underpas Senen
Prakiraan Cuaca Ibu Kota Jelang Akhir Pekan
Kamera eTLE Mulai Rekam Pelanggaran di Tol
2020, Kamera eTLE Mulai Rekam Pelanggar Lalin
58 Personel Polres Jakbar Raih Pin Emas Kapolri
Dugaan Pungli BLP, Ombudsman: Laporkan Jika Ada
Tanggul Jebol, Anies: Itu Kawasan Dikelola PUPR

kembali ke atas