NASIONAL

Jumat, 15 November 2019 | 22:37 WIB

TNI Tekankan Wawasan Kebangsaan Kepada Milenial

TNI Tekankan Wawasan Kebangsaan Kepada Milenial
(Foto: Istimewa)

INILAH.COM, Yogyakarta - Maraknya hoax yang beredar di media sosial mengancam keutuhan bangsa dan negara. Untuk itu, penting memberikan wawasan kebangsaan guna mencegah perpecahan, khususnya kepada anak muda atau milenial.

Hal itu disampaikan oleh Komandan Kodim 0734, Kolonel Arh Zaenudin SH MHum saat menggelar latihan kader wawasan kebangsaan dalam Binter terpadu di halaman Pemkot Yogyakarta, Kamis (14/11/2019).

Menurutnya, pentingnya memberikan wawasan disiplin, moral dan kecerdasan intelejensi sebagai prasyarat bagi generasi milenial yang tangguh.

"Kedua unsur tersebut jika dipadukan dapat membantu kesiapan generasi milenial menghadapi persaingan global di Era Revolusi Industri 4.0," kata Zaenudin.

Beberapa tahun mendatang, generasi milenial akan berperan sentral membawa kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas. Terkait itu, manajemen sumber daya manusia adalah motor penggerak untuk membentuk generasi milenial yang tangguh.

"Kodim sebagai penanggung jawab pembinaan ketahanan wilayah mengemban misi membentuk generasi milenial yang tangguh melalui latihan kader wawasan kebangsaan," ujarnya.

Melalui acara ini, kata dia pembentukan generasi milenial yang tangguh akan tepat sasaran. Disiplin, moral dan kecerdasan intelejensi akan mencetak generasi milenial yang tangguh sehingga tidak mudah diterpa badai disrupsi teknologi yang efeknya dapat mengikis etika, budaya, dan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kecerdasan intelijensi yang dibalut dengan disiplin moral dan karakter bagaikan sebuah peluru tajam yang mampu melesat cepat menembus benteng-benteng penghalang dalam persaingan global," terangnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, perkembangan digitalisasi yang tak diimbangi disiplin dan moral akan membawa dampak negatif bagi wawasan kebangsaan, termasuk sikap apatisme dan individualistik. Jika dibiarkan, kata dia, gejala tersebut ibarat bom waktu, masyarakat akan mudah disusupi paham-paham yang mengancam integrasi bangsa.

Kolonel Zaenudin berpendapat, ancaman bisa datang kapan saja, baik serangan terorisme seperti yang baru saja terjadi di Medan, maupun serangan melalui siber. Antisipasi hal itu bisa dilakukan melalui pembentukan disiplin dan moral.

"Pola preventif ini akan melatih sikap responsif serta menguatkan sikap autokontrol terhadap penyimpangan di masyarakat yang bermuara pada sebuah ancaman. Indonesia yang berdemokrasi Pancasila membuka ruang diskusi bagi siapapun," ujar mantan Kepala Penerangan Kodam IV Diponegoro itu. [tar]

#TNI #Milenial
BERITA TERKAIT
TNI-Polri Dalami Bom Asap Yang Meledak di Monas
9 Ribu Personil Siap Kawal Reuni 212
Gerindra ke Stafsus Milenial : Hati-hati Bro
Empat Batalyon Kostrad Dikirim ke Papua
Generasi Milenial Saat ini Jadi Posisi Penting
Kecil Kemungkinan Saran Stafsus Milenial Didengar
Munas Lancar, Airlangga Sebut Kontribusi Bamsoet

kembali ke atas