METROPOLITAN

Jumat, 15 November 2019 | 22:51 WIB

Kapolda Metro: Bahaya Medsos, Orang Jadi Radikal

Happy Karundeng
Kapolda Metro: Bahaya Medsos, Orang Jadi Radikal
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengingatkan bahaya Medsos terutama orang menjadi intoleran.

Hal tersebut disampaikannya dalam diskusi peringatan Hari Toleransi Internasional di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2019).

"Media sosial, kita nggak bisa meredam, tidak bisa memfilter, apapun bisa dilakukan dari media. Bagaimana orang itu bisa intoleran belajar dari medsos, bagaimana orang itu menjadi radikal itu belajar dari medsos," ujar Gatot.

Gatot menyebut, sementara dulu orang-orang menyebarkan paham radikal melalui cara pertemuan atau diskusi, kata dia, kini itu bisa disebarkan lewat medsos, seperti jaringan teroris.

"Bisa dibayangkan, saya ambil contoh kasus Abu Zee. Kelompok ini di 8 provinsi tersebar, mereka mengatakan paham itu melalui media sosial dalam Telegram. Seorang anggota polisi, itu ada 2 orang anggota polwan, juga ikut bagian daripada itu. Bahkan dia siap menjadi seorang pengantin," katanya.

Menurut Gatot, Medsos di satu sisi menjadi hal yang positif, tapi pada sisi lain menjadi hal yang negatif. Hal-hal negatif itu, kata dia, perlu diantisipasi dalam membangun toleransi.

"Banyak langkah-langkah yang harus kita lakukan tentunya apakah melalui pendidikan, pemahaman toleransi mungkin dari masa-masa kecilnya," katanya. [adc]

#KapoldaMetroJaya
BERITA TERKAIT
Anies Komunikasi dengan Kapolda Usai Bom Monas
Pemprov DKI Ancam Cabut Izin DWP Jika Melanggar
Gardu Tol Pasar Rebo Rusak Usai Tabrakan Dua Mobil
597 Personel Gabungan TNI-Polisi Siap Amankan DWP
Ditangkap, Pelaku Persekusi Banser Minta Maaf
Protelindo Harap Cakung Berekonomi Modern
Berikut Fasilitas Hunian DP 0 Rupiah Fase ke II

kembali ke atas