PASAR MODAL

Selasa, 19 November 2019 | 16:43 WIB

IHSG Mampu Naik 0,4% ke 6.52,09

Wahid Ma'ruf
IHSG Mampu Naik 0,4% ke 6.52,09
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - IHSG berhasil mengamankan penguatan hingga 0,4% ke 6.152,09 dari pembukaan di 6.136,93 pada penutupan perdagangan Selasa (19/11/2019). Beberapa saham unggulan menopang indeks meski sempat tergelincir di 6.113,33.

Volume perdagangan mencapai 9,3 miliar saham senilai Rp7,2 triliun sebanyak 561.360 kali transaksi. Indeks tetap terbebani dengan 249 saham melemah meskipun 164 saham menguat dan 140 saham tidak berubah.

Transaksi investor asing mengalami net foreign buy sebesar Rp204,88 miliar. Dengan pembelian investor asing mencapai Rp2,6 triliun. Sedangkan penjualan investor asing sebesar Rp2,4 triliun.

Saham unggulan di indeks LQ45 naik 1,2%, indeks IDX30 bertambah 1,3%, indeks JII naik 1,3%, indeks SMInfra18 naik 1,06% dan indeks ISSI naik 0,7%.

Saham sektor industri dasar memimpin penguatan hingga 1,2% diikuti saham sektor keuangan yang naik 1,01%. Namun saham sektor pertambangan berseberangan dengan turun hingga 1,03% diikuti saham sektor properti yang turun 0,6%.

Saham teraktif sore ini antara lain saham BBRI dengan nilai transaksi mencapai Rp584,4 miliar di harga Rp4.190 yang naik 1,7%, saham TLKM mencapai Rp455,7 miliar di harga Rp4.020 yang naik 0,5%. Saham BBCA sebesar Rp379,7 miliar di harga Rp31.575 yang naik 0,5%.

Untuk saham yang menguat seperti saham ESIP naik 24,4% ke Rp535, saham ABBA menguat 19,2% ke Rp124, saham BRPT naik 10,1% ke Rp1.245, saham BBTN naik 5,8% ke Rp2.070.

Sedangkan saham PURE turun 25% ke Rp480, saham ENVY melemah 24,7% ke Rp1.170, saham JSKY turun 24,6% ke Rp312, saham SQMI turun 17,8% ke Rp230.

#BursaSaham #DolarAS #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Inilah Prinsip Penting Miliarder Muda AS
Start Up Asal Seoul Ini Mulai Kaji Opsi IPO
Menteri BUMN Siap Ganti Total Direksi PT Garuda
Bursa Saham Terbaik akan Lebih Merata di 2020
Ekonomi AS Andalkan Liburan Akhir Tahun
Pemangkasan Produksi Minyak Bersamaan IPO Aramco
Saudi Abaikan Produksi Minyak Mentah AS

kembali ke atas