PASAR MODAL

Rabu, 20 November 2019 | 00:17 WIB

Inilah Pemicu Kebuntuan Negosiasi AS-China

Wahid Ma'ruf
Inilah Pemicu Kebuntuan Negosiasi AS-China

INILAHCOM, New York - Pemerintah China meragukan masa depan kesepakatan perdagangan dengan AS. Sebab Presiden Donald Trump menolak menurunkan tarif.

AS dan China sudah sepakat untuk mengerjakan kesepakatan perdagangan "fase satu" terbatas pada awal Oktober lalu. China telah mendorong penghapusan bea tambahan yang dikenakan pada produk masing-masing dalam fase yang berbeda, sebagai bagian dari kesepakatan.

Juru bicara Departemen Perdagangan China, Gao Feng mengatakan awal bulan ini bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan tentang kenaikan tarif.

Namun, Trump mengatakan seminggu yang lalu bahwa dia belum setuju untuk membatalkan tarif barang-barang China, bertentangan dengan sinyal dari China dan mengurangi harapan tentang resolusi yang akan datang untuk konflik perdagangan yang menggelegar.

Orang-orang China melihat dengan cermat situasi politik di AS termasuk sidang pemakzulan dan pemilihan presiden, kata sumber itu, menambahkan para pejabat bertanya-tanya apakah lebih rasional untuk menunggu karena tidak jelas apa yang akan berdiri Trump bahkan di Beberapa bulan.

Ada ketidaksepakatan atas masalah seperti jumlah pembelian pertanian tertentu, kata sumber itu. Orang Cina menentang karena, sebagian, mereka bisa mengambil risiko mengasingkan mitra dagang lainnya, kata sumber itu kepada CNBC.

Perang perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia telah berlangsung selama hampir dua tahun. Pemerintahan Trump telah mengenakan tarif lebih dari US$500 miliar pada barang-barang Cina, sementara Beijing telah mengenakan bea sekitar US$110 miliar pada produk-produk Amerika.

Trump berharap untuk menyelesaikan keluhan luar biasa dengan praktik perdagangan Beijing, termasuk transfer teknologi paksa dan pencurian kekayaan intelektual, sembari mengamankan lebih banyak pembelian barang pertanian AS di China.

Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar CNBC.

Kementerian Perdagangan China mengatakan pada hari Minggu bahwa kedua belah pihak memiliki "diskusi konstruktif" tentang "keprihatinan inti masing-masing" dan setuju untuk tetap berhubungan erat. Sementara itu, penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan Jumat bahwa kedua negara "semakin dekat" untuk mencapai kesepakatan perdagangan.

#BursaSaham #DolarAS #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Penguatan Ekuitas dan Dolar AS Bikin Lemas Emas
Hasil OPEC+ Picu Kenaikan Harga Minyak Mentah
Data Ekonomi Mampu Bawa Dow Cetak Rekor Tertinggi
Apa Harapan dari Pertemuan OPEC+ ?
Saham Garuda Masih Terbebani Kasus Onderdil Moge
Bursa Saham Asia Naik Respon Negosiasi Tarif
IHSG Berani Naik 0,5% ke 6.186,86

kembali ke atas