PASAR MODAL

Rabu, 20 November 2019 | 07:53 WIB

Trump Siapkan Tarif Ancaman ke China, Jika..

Wahid Ma'ruf
Trump Siapkan Tarif Ancaman ke China, Jika..
Presiden Donald Trump

INILAHCOM, Washington - Presiden Donald Trump mengancam tarif yang lebih tinggi untuk barang-barang China jika negara itu tidak membuat kesepakatan perdagangan.

Komentar itu muncul selama pertemuan dengan kabinet presiden pada hari Selasa (19/11/2019). AS dan China, dua ekonomi terbesar di dunia, telah terjebak dalam jalan buntu dalam negosiasi perdagangan yang telah berlangsung hampir dua tahun.

"Jika kita tidak membuat kesepakatan dengan China, saya hanya akan menaikkan tarif lebih tinggi," kata Trump dalam pertemuan itu seperti mengutip cnbc.com.

Pasar keuangan, yang telah terbukti reaktif terhadap perkembangan perang perdagangan yang sedang berlangsung, sebagian besar mengabaikan peringatan terbaru Trump.

Padahal AS dan China sudah menyepakati perjanjian perdagangan "fase satu" pada Oktober 2019 lalu. Tetapi Beijing dan Washington sejak itu telah mengirim sinyal beragam tentang bagaimana negara-negara akan bergerak maju.

Seorang juru bicara Kementerian Perdagangan China mengatakan awal bulan ini bahwa kedua negara telah sepakat untuk membatalkan beberapa tarif yang ada secara bersamaan. Trump kemudian mengatakan bahwa dia tidak setuju untuk membatalkan tarif, menurunkan harapan untuk kesepakatan.

"Mereka ingin mengalami kemunduran. Saya belum menyetujui apa pun," kata presiden.

Penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow mengatakan Jumat bahwa negara-negara itu "semakin dekat" untuk mencapai kesepakatan perdagangan.

Pada hari Sabtu, Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Liu He berbicara dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer. Para pejabat melakukan "diskusi konstruktif," menurut Kementerian Perdagangan China, dan setuju untuk tetap berhubungan erat.

AS telah mengenakan tarif sekitar US$500 miliar pada barang-barang Tiongkok. China telah membalas dengan tarif sekitar US$110 miliar pada produk Amerika.

#BursaSaham #DolarAS #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Serangan ke Aramco Kurangi Produksi Minyak Saudi
AS Kaji Kenaikan Tarif hingga 100% ke Eropa
Kesepakatan AS-China Bisa Hijaukan Bursa di 2020
Minyak Mentah Berakhir di Level Tertinggi 2 Bulan
Harga Emas Naik dalam Kehati-hatian
Bursa Saham AS Naik Respon Kesepakatan AS-China
Pebisnis Inggris Sambut Kemenangan Johnson

kembali ke atas