EKONOMI

Kamis, 21 November 2019 | 15:57 WIB

Jaga Ekonomi Nasional, BI Tahan Suku Bunga 5%

Jaga Ekonomi Nasional, BI Tahan Suku Bunga 5%
Gubernur BI, Perry Warjiyo (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 20-21 November 2019, memutuskan untuk menahan suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate/7DRRR) di level 5%. Setelah menyimak perkembangan ekonomi nasional dan global.

"Dengan melihat dan melakukan perkiraan perkembangan ekonomi global maupun nasional tersebut, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia tanggal 20 dan 21 November 2019, memutuskan untuk mempertahankan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar lima persen," ucap Gubernur BI, Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Sedangkan suku bunga Deposit Facility bertahan di level 4,25%, dan suku bunga Lending Facility 5,75%. Kebijakan moneter tetap akomodatif dan konsisten dengan prakiraan inflasi yang terkendali dalam kisaran target, stabilitas eksternal yang terjaga, serta upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah perekonomian global yang melambat.

Bank sentral memutuskan untuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah untuk Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah/Unit Usaha Syariah sebesar 50 basis poin (bps), sehingga masing-masing menjadi 5,5% dan 4,0%. Dengan GWM rerata tetap 3,0%. Kebijakan ini berlaku efektif pada 2 Januari 2020.

"Kebijakan ini ditempuh guna menambah ketersediaan likuiditas perbankan dalam meningkatkan pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Strategi operasi moneter juga terus diperkuat untuk menjaga kecukupan likuiditas dan mendukung transmisi bauran kebijakan yang akomodatif," jelas Perry.

Instrumen bauran kebijakan BI lainnya juga terus diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kebijakan makroprudensial tetap akomodatif untuk mendorong penyaluran kredit perbankan dan memperluas pembiayaan bagi perekonomian, dengan tetap mempertahankan terjaganya stabilitas sistem keuangan.

"Sejalan dengan ini, Bank Indonesia mempertahankan rasio Countercyclical Capital Buffer (CCB) sebesar 0 persen dan rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) sebesar 4 persen dengan fleksibilitas repo sebesar 4 persen," terang Perry. [tar]

#BankIndonesia #SukuBunga
BERITA TERKAIT
BI Ramal Neraca Pembayaran 2019 Surplus US$1,5 M
Pertumbuhan Ekonomi 2020, BI Berani Pasang 5,5%
Sah, Luky Kemenkeu Masuk Komisioner LPS
Mulai Besok, DP KPR Kedua dan Seterusnya Turun 5%
Ekonomi Dunia Memburuk, BI Bilang RI Masih Oke
Pertamina jadi Penyumbang Deviden Terbesar Negara
Di Paviliun Indonesia, AL Gore Puji Aksi Indonesia

kembali ke atas