PASAR MODAL

Jumat, 22 November 2019 | 00:17 WIB

Ini Cara Indosat Kurangi Beban Keuangan

Wahid Ma'ruf
Ini Cara Indosat Kurangi Beban Keuangan
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) menjelaskan akan melakukan beberapa transaksi dengan PT Protelindo dan PT Dayamitra maksimal senilai Rp6,39 triliun.

Transaksi ini 50% lebih dari besar total ekuitas ISAT per 30 Juni 201 sebesar Rp11,775 triliun atau menjadi transaksi material. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI.

Rencana transaksi ini terdiri dari perjanjian jual beli Protelindo, jual beli Dayamitra, perjanjian induk sewa tower Protelindo, perjanjian induk sewa tower Dayamitra, perjanjian induk sewa tanah Protelindo dan perjanjian induk sewa tanah Dayamitra. Rencana ini memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari para pemegang saham ISAT.

Perseroan akan menjualan 2.100 menara dan tower kepada PT Dayamitra dengan penutupan rencana transaksi pada 16 Desember 2019. Nilia penjualan mencapai Rp4,44 triliun. Namun usai penjualan selesai, perseroan akan menyewa 2.100 tower tersebut dari PT Dayamitra. ISAT juga akan menyewakan 369 bdang tanah kepada PT Dayamitra selama 10 tahun.

Sementara perseroan juga melakukan transaksi sewa 1.000 tower dengan PT Protelindo selama 10 tahun. ISAT juga akan menyewakan tanah kepada PT Protelindo sebanyak 178 bidang tanah selama 10 tahun.

Nilai transaks ini mencakup nilai Dayamitra dan dari Protelindo. Namun masing-masing belum dikurangi dengan penerimaan swa lahan dan pencadangan garansi. Pelaksanaan rencana transaksi ini didasarkan pada beberapa syarat pendahuluan seperti para pihak diwajibkan mendapatkan persetujuan yang diperlukan untuk melaksanakan rencana transaksi ini.

Syarat-syarat pendahuluan harus dipenuhi oleh para pihak palng lambar pada saat penutupan rencana transaksi paling lambar 10 Desember 2019.

ISAT menjelaskan penjualan tower untuk mendapatkan dana sebagai pendanaan kembali struktur permodalan perseroan dengan cara yang lebih efisien. Isat ingin menyediakan dana tambahan untuk rencana investasi perseroan dan mengurangi biaya operasional menara.

Dengan demikian perseroan akan memperoleh kas dalam jumlah signifikan dari penjualan 3.100 menara karena mendapatkan keuntungan yang signifikan. Dampaknya aset lancar dan likuiditas perseroan akan meningkat dan mengalami perbaikan.

Perseroan juga akan mendapatkan pendapatan sewa tanah dar pembelian menara sehingga membaiknya rasio keuangan sehingga meningkatkan potensi perseroan untuk mendapatkan pinjaman baru sesuai rencana investasi perseroan.

Saham ISAT pada penutupan perdagangan Rabu kemarin di Rp3.150 per saham dari pembukaan di Rp3.200 per saham.

PT Indosat Tbk (ISAT) didirikan oleh Pemerintah pada tanggal 20 November 1967 sebagai perusahaan investasi asing untuk menyediakan layanan telekomunikasi internasional di Indonesia dan mulai beroperasi secara komersial pada bulan September 1969.

Tujuannya untuk membangun, mengalihkan dan mengoperasikan International Telecommunications Satellite Organization, atau Intelsat, stasiun bumi di Indonesia untuk mengakses satelit Intelsats Indian Ocean Region. Perusahaan menyediakan layanan selular, prabayar dan pascabayar, melalui produk merek Indosat Mobile, IM3 yang didukung oleh Indosat dan Indosat Internet, layanan telekomunikasi tetap.

Pemegang saham ISAT di atas 5% antara lain Ooredoo Asia Pte Ltd (Serie B) sebesar 65,00% dan Pemerintah RI (Dwiwarna) (Serie B) sebesar 14,29%. Untuk saham publik sebesar 20,71%.

#ISAT #Indosat
BERITA TERKAIT
Indeks DAX-30 Jerman Ditutup Menguat 0,86%
Penguatan Ekuitas dan Dolar AS Bikin Lemas Emas
Indeks FTSE-100 Inggris Naik 1,43%
Hasil OPEC+ Picu Kenaikan Harga Minyak Mentah
Data Ekonomi Mampu Bawa Dow Cetak Rekor Tertinggi
DEWA Raih Kontrak Rp14,7 M/Bulan dari PT Antam
Apa Harapan dari Pertemuan OPEC+ ?

kembali ke atas