NASIONAL

Senin, 25 November 2019 | 20:34 WIB

DPR Dorong Kurikulum Pendidikan Mengikuti Zaman

DPR Dorong Kurikulum Pendidikan Mengikuti Zaman
Anggota DPR dari Fraksi Nasdem Ahmad Sahroni (Istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - Dewan Perwakilan Raktat (DPR) mendorong kurikulum pendidikan disesuaikan dengan perkembangan zaman agar lulusannya mampu bersaing dan menciptakan peluang-peluang dari perubahan dunia yang bergerak begitu cepat.

Hal itu disampaikan oleh Anggota DPR dari Fraksi Nasdem Ahmad Sahroni dalam sambutannya sebagai perwakilan mahasiswa pascasarja Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Inter Studi.

"Kita semua menyadari bahwa dunia begitu cepat berubah. Perubahan ini berdampak pada industri dan lapangan kerja yang akan kita hadapi bersama," kata Sahroni, di Jakarta.

Wakil Ketua Komisi Hukum DPR RI ini lebih jauh merujuk pada laporan terbaru McKinsey and Company yang dirilis September 2019 lalu, dimana diperkirakan 23 juta pekerjaan pada tahun 2030 akan hilang, seiring meningkatnya adopsi otomatisasi dan kecerdasan buatan.

Realitas ini menurutnya akan menjadi tantangan bagi dunia pendidikan untuk selalu meng-update kurikulum sesuai perkembangan zaman. Begitu pula menjadi tantangan bagi kita sebagai produk perguruan tinggi.

"Bekal ilmu pengetahuan yang kita peroleh di bangku kuliah akan segera menjadi tidak relevan, apabila kita tidak terus menerus belajar untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman," ujar Sahroni.

"Continuous learning atau belajar berkelanjutan adalah keniscayaan bagi kita agar tetap bertahan di tengah perubahan dunia dan persaingan global," imbuhnya.

Sejalan dengan itu, kampus InterStudi sebagai lingkungan akademik yang telah membekali para lukusannya dengan keilmuan di bidang komunikasi dan kreativitas, tentu juga dituntut mampu bertahan di tengah derasnya perubahan zaman.

"Belajar dan mendengar, dalam pengalaman pribadi saya, adalah kunci agar kita selalu exist dalam banyak situasi," terang Sahroni.

Ia juga mengingatkan kepada para wisudawan-wisudawati tidak menjadikan selembar ijazah sebagai tanda bahwa kita telah selesai belajar, melainkan sebagai bekal awal untuk terjun dan berkontribusi nyata kepada masyarakat. [adc]

#DPR #KurikulumPendidikan
BERITA TERKAIT
DPR Prihatin dengan Kisruh di TVRI
Pansus Jiwasraya Gagal Tak Baik Bagi Iklim Politik
DPR Puji Cara Mendikbud Nadiem
Dugaan Penggelapan, Perangkat Desa Dipolisikan
Akasia Menangis di Jember Ini Penjelasan Akademisi
Ini Reaksi Akasia Menangis Terhadap Ayat Kursi
'Titik Dalam Kurung' Ungkap Data Kasus Jaksa Chuck

kembali ke atas