MOZAIK

Jumat, 29 November 2019 | 00:04 WIB

Etika dan Kemaslahatan Umum

KH Ahmad Imam Mawardi
Etika dan Kemaslahatan Umum
(Foto: Ilustrasi)

HIDUP yang baik adalah hidup yang senantiasa berorientasi pada pewujudan kemaslahatan umum. Kemaslahatan umum afalah tujuan dari syari'ah. Maka setiap orang yang mengaku hidup untuk menghidupkan syari'ah haruslah memberikan perhatian penuh pada kemaslahatan umum ini. Segala yang bertentangan dengan kaidah kemaslahatan umum haruslah ditolak.

Dalam memilih pekerjaan, pilihlah pekerjaan yang berpihak pada kemaslahatan umum. Dalam memilih partai politik, pilihlah partai politik yang memperjuangkan kemaslahatan umum. Dalam memilih pemimpin dalam setiap level, pilihlah pemimpin yang paling mungkin mewujudkan kemaslahatan umum. Jauhi segala yang bertentangan dengan kemaslahatan umum.

Adalah termasuk etika Islami jika kita menjaga keberpihakan kita pada kemaslahatan umum itu. Bahkan, itu berlaku pada hal yang kita anggap remeh sekalipun. Coba kita perhatikan fatwa Imam Abu Abdillah Ahmad ibn Hambal dalam kitab "al-Wara'"nya mengenai jual beli. Beliau berkata: "Jika ada orang yang berjualan di jalan umum tempat berlalu lalangnya manusia, adalah tidak sepantasnya kita membeli sesuatu darinya." Mengapa beliau melarangnya? Karena penjual itu telah mengganggu kemaslahatan umum, yakni hak pejalan kaki untuk berjalan dengan nyaman dan aman.

Kalau dalam kasus pejual yang mengganggu hak pejalan kaki saja kita tidak dipantaskan untuk membeli apapun darinya, maka bagaimana lagi dengan membeli sesuatu dari toko yang lahannya hasil menyerobot hak orang lain, membeli sesuatu dari pengusaha yang tidak membayar pajak, membeli sesuatu dari pedagang yang mempraktekkan riba, membeli sesuatu dari orang yang bakhil, dan lain sebagainya.

Marilah kita cerdas memilih segala sesuatu. Bukan hanya dalam hal jual beli, melainkan dalam segala hal, pilihlah yang paling besar kemungkinannya menyumbangkan kemaslahatan pada ummat. Kepentingan perseorangan memang juga perlu diperhatikan, namun kemaslahatan umum harus lebih diutamakan. Salam, AIM. [*]

#PencerahHati #AhmadImamMawardi #AIM
BERITA TERKAIT
Menyesaikan Masalah dengan Caci Maki dan Umpatan?
Teruslah Mengajarkan Kebaikan
Kalau Boleh Memilih, di Bumi Mana Anda Ingin Mati?
Bagaimana Kita Nanti Ditentukan Bagaimana Saat Ini
Cinta dan Benci Halangi Kita Berbuat Adil
Mencari Kiai Lain Demi Mencari Pembenaran
Jangan Dzalim ke Orang Kecil

kembali ke atas