DUNIA

Jumat, 06 Desember 2019 | 09:41 WIB
(Diresmikan Presiden Turki Recep Erdogan)

Ini Masjid Ramah Lingkungan Pertama di Eropa

Ini Masjid Ramah Lingkungan Pertama di Eropa
(Foto: BBC)

INILAHCOM, Cambridge--Presiden Turki Recep Erdogan meresmikan 'masjid ramah lingkungan' pertama di Eropa yang berlokasi di Cambridge, Inggris. Demikian laporan BBC, Jumat (6/12/2019).

Masjid yang berlokasi di Mill Road ini menelan biaya 23 juta, atau setara Rp422 miliar, memiliki kapasitas 1.000 jemaah dan dijuluki sebagai "masjid ramah lingkungan pertama di Eropa".

Masjid yang pertama kali dibuka untuk umum pada bulan April silam, dirancang untuk "memberi penghormatan kepada Islam yang menekankan pada kesucian dunia dan perintah untuk menghindari pemborosan".

Perwakilan Cambridge Mosque Trust, Abdal Hakim Murad mengatakan, diperkirakan terdapat sekitar 6.000 Muslim namun mereka harus beribadah bergiliran di tempat-tempat ibadah yang yang sempit.

Sementara arsitek di balik "masjid ramah lingkungan" ini, mengatakan bangunan itu akan menjadi "jembatan budaya" bagi Islam di Inggris pada abad ke-21.

Masjid tersebut didesain agar tidak memproduksi emisi karbon, dapat menyerap air hujan, dan sirkulasi udara yang dapat mengeluarkan udara panas dari dalam ke luar.

Presiden Erdogan yang tiba di Inggris pekan ini untuk menghadiri pertemuan petinggi NATO, diundang ke masjid oleh penyanyi dan penulis lagu, Yusuf Islam, yang sebelumnya dikenal sebagai Cat Stevens. Musisi ini adalah pelindung masjid tersebut.

Pendonor utama masjid ini adalah konsorsium lembaga pemerintah di Turki, bersama dengan perusahaan swasta Turki dan Dana Nasional Qatar.

Masjid ini dirancang oleh Marks Barfield Architects, yang memenangkan kontrak pada tahun 2009.

Pada 2011, selebaran anonim dipasang melalui pintu-pintu rumah dekat dengan lokasi yang diusulkan, mendorong agar orang-orang untuk menentang pembangunannya dengan alasan potensi kemacetan.

Namun, Dewan Kota Cambridge mengatakan menerima 50 surat yang menentang rencana pembangunan, namun ada lebih dari 200 yang mendukung.

Izin perencanaan pembangunan dikeluarkan otoritas setempat pada tahun 2012.

Juru bicara masjid, Abdal Hakim Murad, mengatakan sekitar 6.000 umat Muslim di kota itu harus berdoa secara bergiliran di pusat-pusat agama Islam yang lebih kecil dan penuh sesak, serta rumah-rumah yang diubah menjadi tempat ibadah.

"Ada kebutuhan mendesak akan masjid yang layak di Cambridge, ini adalah ide yang sudah terlambat," ujar Abdal pada April silam.

"Cambridge adalah kota global tetapi lambat untuk memiliki ruang multi-budaya seperti ini," imbuhnya.

Masjid ramah lingkungan tersebut memiliki ruangan shalat, ruangan wudhu, dan ruangan akomodasi untuk keluarga imam serta tamu-tamu. [bbc/lat]

#Masjid #Ramah #Lingkungan #Pertama #Eropa
BERITA TERKAIT
(Virus Corona) Jepang Sudah Evakuasi 206 Warganya dari Wuhan
Korban Meninggal Virus Corona di China Capai 132
Korban Meninggal Pertama Virus Corona di Beijing
(Virus Corona) Moskow Lakukan Pengamanan Khusus Tempat Wisata
(Virus Corona) Korut Karantina Sebulan Warga Asing dari China
(Virus Corona) AirAsia Lanjutkan Pembatalan Penerbangan ke Wuhan
Taiwan Laporkan Kasus Pertama Penularan Corona

kembali ke atas