PASAR MODAL

Jumat, 06 Desember 2019 | 17:33 WIB

Saham Garuda Masih Terbebani Kasus Onderdil Moge

Wahid Ma'ruf
Saham Garuda Masih Terbebani Kasus Onderdil Moge

INILAHCOM, Jakarta - Kasus penyelundupan onderdil moge dan sepeda masih menekan perdagangan saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Pada penutupan sore ini, Jumat (6/12/2019), saham GIAA tertekan 2,4% ke Rp484 per saham dari pembukaan di Rp498 per saham.

Saham emiten penerbangan ini sempat menyentuh level tertinggi di Rp510 per saham di awal sesi. Sedangkan level terendah di Rp476 per saham menjelang penutupan.

Penunjukkan Direktur Keuangan GIAA, Fuad Rizal sebagai pelaksana tugas direktur utama, belum mampu mengurangi sentimen negatif di saham BUMN yang sering bermasalah ini.

Saham GIAA masih terbebani kasus yang menyeret I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara yang harus kehilangan posisi dirut pertengahan pekan ini. Pada penutupan perdagangan Senin (2/12/2019), saham GIAA masih berada di Rp540 per saham.

Saat itu, pemberitaan kasus onderdil moge dan sepeda di lambung pesawat Garuda mulai ramai di media. Walaupun sudah muncul sejak akhir November 2019. Namun Bea Cukai belum mengungkap hasil investigasinya.

Saat ini, BUMN penerbangan sebanyak 60,5% sahamnya masih dikuasai pemerintah. Sedangkan sebanyak 25,6% milik PT Trans Airways. Untuk saham publik sebesar 13,8%.

Kapitalisasi pasar saham GIAA mencapai Rp12,53 triliun dengan raso P/E 3.74.

#BursaSaham #DolarAS #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Bursa Saham AS Tutup Hormati Martin Luther King
Bursa Saham Eropa dalam Tekanan
IHSG Kehilangan 0,7% ke 6.245,04
Bursa Jepang Pimpin Pasar Saham Asia Naik
AS-China Tetap dalam Konflik Permanen
IHSG Tergelincir 0,4% ke 6.261,85 di Sesi I
Bandar Dapat Insentif BEI, Bagaimana Nasib Ritel?

kembali ke atas