GAYA HIDUP

Sabtu, 07 Desember 2019 | 22:53 WIB

Ratusan Pegiat Kesehatan Dukung Konservasi Penyu

Ratusan Pegiat Kesehatan Dukung Konservasi Penyu

INILAH.COM, Jakarta Sebanyak 300 anggota komunitas atau pegiat kesehatan dan kebugaran di wilayah Jakarta dan sekitarnya turut ambil bagian dalam upaya pelestarian ekosistem penyu sambil berolahraga bersama.

Kegiatan yang berlangsung di Pasar Seni Ancol, Jakarta, Sabtu (7/12/2019) ini dikemas dalam acara bertajuk Fit Festival for Sea Turtle yang diselenggarakan oleh House of Metamorfit (HOM) bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), serta didukung oleh Pasar Seni Ancol. Acara ini mengajak para peserta berolahraga bersama di alam terbuka yang terbagi dalam 5 sesi kelas yaitu Salsation, Pound Fit, Strong by Zumba, Zumba dan Aerobic yang dipandu oleh instruktur dari HOM.

Lewat kegiatan tersebut, komunitas yang ada dan masyarakat diberi pemahaman tentang pentingnya melindungi habitat penyu. Di antaranya dengan membenahi tata ruang yang tumpang tindih antara pemanfaatan kawasan pesisir dan pembangunan pantai, kebutuhan permukiman, budidaya, serta aktivitas manusia lainnya. Kehilangan habitat adalah salah satu ancaman paling serius bagi kelangsungan hidup penyu. Sebagian dari pembelian tiket kegiatan digunakan untuk mendukung konservasi penyu yang dilakukan oleh YKAN.

Setiap orang dapat menjadi penjaga alam dan berkontribusi terhadap keberlangsungan ekosistemnya. Dengan mengajak berolahraga di alam terbuka seperti ini, peserta akan mendapatkan tubuh bugar dengan cara-cara yang menyenangkan di pantai dan dapat terinspirasi untuk ikut menjaga alam, khususnya konservasi penyu, kata Tasori Ithink dari House of Metamorfit, dalam keterangan tertulis.

Enam dari tujuh spesies penyu yang tersisa di dunia, ada di Indonesia. Berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN), 6 spesies kini dalam kategori rentan, terancam punah, hingga sangat terancam punah. Penangkapan penyu, perdagangan cangkang dan telur penyu, adalah beberapa penyebab terancamnya satwa ini. Pembangunan yang tidak terkendali juga menyebabkan rusaknya pantai-pantai yang penting bagi penyu untuk bertelur. Demikian juga habitat tempat penyu mencari makan seperti terumbu karang dan hamparan lamun laut terus mengalami kerusakan akibat sedimentasi maupun kegiatan manusia.

Ancaman terhadap kelangsungan penyu ada dalam setiap siklus hidupnya, dimulai dari saat betina dewasa hendak bertelur hingga perkembangbiakan tukik atau anak penyu, dan kehidupan selanjutnya dalam fase remaja ke dewasa di perairan bebas. Yang paling memungkinkan bagi kita lakukan adalah mengadakan tempat yang aman bagi betina yang hendak bertelur yaitu pantai yang sepi, jauh dari kebisingan dan cahaya, serta mengelola sampah kita dengan benar. Khususnya sampah plastik, sehingga tidak berakhir di laut yang merupakan ancaman lain bagi penyu selain dimakan, juga terjerat dan mengakibatkan kematian,papar Sally Kailola, Head of Nature and People Partnership Yayasan Konservasi Alam Nusantara.

Perencanaan laut yang baik menyelaraskan kebutuhan ekonomi dengan tetap menjaga kelestariannya. Melestarikan alam dan segala makhluk hidup yang ada di dalamnya pun selaiknya menjadi misi setiap insan di muka bumi. Untuk itu kolaborasi dari berbagai pihak akan membuat bumi ini tetap bisa dinikmati oleh generasi nanti. [adc]

#KonservasiPenyu #KomunitasKesehatan
BERITA TERKAIT
Solusi Atasi Masalah Berat Akibat Lembur
Dampak Kesehatan dari Jam Kerja Berlebih
Seberapa Efektif Kerja Vaksin HPV?
Keterlambatan Vaksinasi HPV
(Rutin Olahraga) Wujudkan Resolusi Hidup Sehat di 2020
Ini Salah Satu Cara Tingkatkan Literasi pada Anak
(Wabah Pneumoni Wuhan, Tiongkok) Tidak Ada Travel Ban ke Wuhan dari Indonesia

kembali ke atas