PASAR MODAL

Senin, 09 Desember 2019 | 03:47 WIB

IHSG Masih Berpotensi di Jalur Positif

Wahid Ma'ruf
IHSG Masih Berpotensi di Jalur Positif
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Untuk pekan ini, IHSG berpotensi menguji area downtrend resistance line selanjutnya di level 6.274. Sementara untuk support IHSG pekan ini berada di level 6.095.

Menurut praktisi pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko, indikator teknikal MACD telah golden cross dan mulai bergerak naik mendekati centerline, mengindikasikan bahwa IHSG mulai mengalami reversal atau pembalikan arah. "Diharapkan MACD mampu cross up keatas centreline, sehingga IHSG makin mengkonfirmasi pola reboundnya," seperti mengutip catatannya, Minggu (8/12/2019).

IHSG masih berpotensi akan cenderung bergerak naik karena potensi penguatan masih ada. Hal ini, seiring pergerakan positif dari pasar saham dunia ditengah naik turunnya negosiasi perdagangan antara AS dan China.

Namun jelang tenggat waktu kenaikan tarif baru terhadap produk China senilai total US$156 miliar pada tanggal 15 Desember, bisa saja membuat bursa global kembali tertekan apabila kesepakatan dagang fase pertama tidak segera ditandatangani oleh kedua negara.

Untuk pekan ini, tidak ada data ekonomi penting domestik yang akan dirilis. Sedangkan dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari pelaku pasar pada pekan ini diantaranya adalah Senin 9 Desember 2019, Rilis data GDP Jepang, Rilis data perdagangan Jerman.

Selasa 10 Desember 2019, Pernyataan Gubernur RBA Lowe, Rilis data inflasi China, Rilis data perdagangan dan GDP Inggris. Rabu 11 Desember 2019, Rilis data inflasi AS, Proyeksi ekonomi AS dan Kebijakan suku bunga The Fed. Kamis 12 Desember 2019, Rilis data inflasi Jerman, Pemilu Inggris, Kebijakan moneter dan Pernyataan ECB. Jumat 13 Desember 2019, Rilis data penjualan ritel AS.

Data AS Hijaukan Bursa
Bursa Wall Street melonjak pada perdagangan akhir pekan, didorong oleh pertumbuhan data lapangan pekerjaan AS yang lebih tinggi dari perkiraan, serta optimisme kesepakatan dagang antara AS dan China.

Departemen Tenaga Kerja AS, melaporkan lapangan kerja di AS bertambah sebanyak 266.000 pada November, melampaui prediksi analis sebesar 187.000 dan merupakan penambahan terbesar dalam 10 bulan terakhir. Sedangkan tingkat pengangguran turun ke level 3,5%, yang merupakan level terendah sejak 1969.

Sementara itu, penasihat Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan meski tanggal 15 Desember masih menjadi tanggal untuk penerapan tarif baru atas barang-barang China, namun kedua negara hampir menemui kata sepakat setelah melakukan pembicaraan yang konstruktif dan hampir berlangsung setiap hari.

Dow Jones berakhir naik 337,27 poin (+1,22%) menjadi 28.015,06, S&P 500 menguat 28,48 poin (+0,91%) menjadi 3.145,91 dan Nasdaq bertambah 85,83 poin (+1%) menjadi 8.656,53.

Meski naik pada akhir pekan, namun secara mingguan Dow Jones melemah -0,13% dan Nasdaq berkurang -0,1%, sedangkan S&P 500 berhasil menguat +0,16%.

IHSG Berani Bangkit
Dari dalam negeri, IHSG berakhir naik 34,751 poin (+0,56%) ke level 6.186,868 pada akhir pekan. Investor asing di pasar reguler mencatat net sell sebesar Rp 13 miliar.

Dalam sepekan, IHSG berhasil menguat +2,91% meski investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp325 miliar di pasar reguler.

IHSG setelah melemah dalam lima pekan berturut-turut, akhirnya mampu bangkit memasuki pekan pertama bulan desember. Efek window dressing menghampiri IHSG, karena secara historis dalam 18 tahun terakhir tak sekalipun IHSG membukukan imbal hasil negatif secara bulanan pada bulan Desember.

Penguatan IHSG pekan lalu ditopang oleh rilis angka inflasi bulan November sebesar 0,14% secara bulanan (mom), atau berada di angka 3% secara tahunan (yoy), menunjukan bahwa inflasi masih terkendali sehingga membuka ruang bagi BI untuk melanjutkan kebijakan moneter longgar kedepan.

Selain itu sentimen dari pemerintah berupa insentif pajak penghasilan (tax allowance) untuk mendorong dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dinilai turut menjadi katalis positif tambahan.

IHSG berhasil rebound cukup tajam pada pekan lalu. Secara teknikal, IHSG sudah breakout dari minor downtrend resistance line (garis turun warna hijau) di level 6.117, sehinga terbuka potensi untuk melanjutkan penguatannya.

#BursaSaham #DolarAS #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
(Gagas Isu Nonprofit) CEO Kelas Global Bertemu di Davos
Dari Mana Bezos Dapat Ide Bangun Amazon.com?
(Sekjen OPEC) Permintaan Minyak Mentah di 2020 Bisa Mengejutkan
Kegiatan Bisnis Belum Jadi Penopang Ekonomi AS
Penjualan Mobil PT Astra Turun 7,9% di 2019
Pakta Fase I Jadi Amunisi Trump di Pilpres 2020
Bursa Saham Asia Bergerak Naik

kembali ke atas