NASIONAL

Senin, 09 Desember 2019 | 15:18 WIB

Kasus Novel, Polri Sebut Tergantung Alat Bukti

Muhammad Yusuf Agam
Kasus Novel, Polri Sebut Tergantung Alat Bukti
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Polri menegaskan penyelidikan suatu kasus tak bisa ditarget waktu kapan akan selesai.

Polri menjawab pertanyaan yang mana Presiden Joko Widodo meminta kasus teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan ditarget terungkap pada bulan Desember 2019 ini.

"Namanya penyidikan itu tergantung kepada alat bukti, contoh banyak kasus yang belum terungkap tapi tentunya penyidik tetap melakukan kegiatan mencari baik melalui ilmiah mulai dari induktif lalu deduktif kita tetap bekerja untuk mengungkap," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono, Senin (9/12/2019).

Sore nanti, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memanggil Kapolri Jenderal Idham Azis untuk menanyakan progres penanganan kasus tersebut. Soal pemanggilan itu, Polri menegaskan hal itu wajar sebagai kepala negara memanggil stafnya.

"Saya belum dapat info tapi kan kalau dipanggil kan wajar namanya pimpinan memanggil stafnya," jelasnya.

Kapolri sebelumnya memastikan Tim Teknis kasus teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan masih bekerja. Tim Teknis menindaklanjuti temuan yang diklaim signifikan untuk mengungkap kasus Novel.

"Saya tetap berkomitmen seperti juga (disampaikan) di fit and proper test, di paripurna. Secepatnya nanti saya akan memilih kabareskrim, namun di dalam Polri ada Wanjakti yang dipimpin Wakapolri, tentu kita akan cari perwira terbaik. Komitmennya secepatnya kasus itu diungkap, baik kasus Novel dan kasus-kasus lain," kata Jenderal Idham Azis. [ton]

#NovelBaswedan
BERITA TERKAIT
LPDB Incar 100% Koperasi Produktif
Kementan Bidik Komoditas Rempah
Komite II DPD Serap Aspirasi Soal Sampah
Virus Corona, Pemerintah Diharap Tetapkan Siaga 1
Polri-KPK Masih Buru Harun Masiku
Menkes Sebut Belum Ada Pasien Positif Corona
Komite I DPD RI Evaluasi UU tentang Desa

kembali ke atas