NASIONAL

Kamis, 12 Desember 2019 | 22:57 WIB

Tersangka Suap Meikarta Minta KPK Transparan

Ivan Setyadhi
Tersangka Suap Meikarta Minta KPK Transparan
Tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta, Bartholomeus Toto

INILAHCOM, Jakarta - Tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta, Bartholomeus Toto (BTO) meminta agar penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terbuka dan transparan ke publik.

Bartholomeus meminta agar penyidik terbuka terkait adanya dugaan dua alat bukti yang membuatnya ditahan.

"Saya akan sangat senang jika penyidik dan pimpinan KPK mau terbuka ke publik secara transparan dan jujur apa yang menyebabkan saya ditahan seperti ini," kata Toto usai diperiksa sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2019).

Menurut Toto, dirinya hanya dijebak oleh anak buahnya Edi Dwi Soesianto (Edi Soes) dalam perkara ini. EdI Soes, kata Toto, memberikan keterangan yang berbeda dengan apa yang disampaikan penyidik KPK.

"Rekaman ada pada saya. Intinya satu, Edi Soes dipaksa oleh penyidik untuk memberikan keterangan bahwa saya yang memberikan uang Rp10 miliar," ujarnya.

Toto secara tegas membantah telah memberikan suap sebesar Rp10 miliar untuk Neneng Hasanah Yasin. Ia juga menyangkal sama sekali tidak ada kaitannya dengan pengurusan perizinan proyek Meikarta.

"Yang kita tahu, Edi Soes sudah jadi tersangka di Polretabes Bandung ya. Jadi kasus saya ini bukan OTT, tidak ada sama sekali uang yang diambil dari saya, tidak ada bukti uang keluar Rp10 miliar dari Lippo Cikarang," ujarnya.[Ivs].

#Meikarta #Tersangka #KPK
BERITA TERKAIT
Hasto Klaim Buronan KPK Harun Masiku Cuma Korban
(Enam Jam Diperiksa KPK) Sekjen PDIP Hasto Kristyanto Dicecar 24 Pertanyaan
Artis Faye Nicole Diperiksa KPK Terkait Suap Wawan
KPK Periksa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto
(Kasus Korupsi Tubagus Chaeri Wardana) Saksi Sebut TCW Tak Berwenang Rotasi Pejabat Dinas
KPK‎ Periksa Dua Pejabat KPU
Walikota Mojokerto Ika Puspita Diperiksa KPK

kembali ke atas