PASAR MODAL

Rabu, 15 Januari 2020 | 16:17 WIB

IHSG Tertekan hingga 0,6% ke 6.283,36

Wahid Ma'ruf
IHSG Tertekan hingga 0,6% ke 6.283,36
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - IHSG berakhir turun 0,6% ke 6.283,36 dari pembukaan di 6.326,167 pada penutupan perdagangan Rabu (15/1/2020). Perdagangan mengalami net foreign buy sebesar Rp10,3 miliar.

Volume perdagangan mencpaai 12,4 miliar saham senilai Rp7,6 triliun sebanyak 502.277 kali transaksi. Indeks bergerak seiring dengan 285 saham melemah, 121 saham menguat dan 137 saham tidak berubah.

Indeks hanya menguat di awal perdagangan hingga menyentuh level 6.348,52. Sedangkan untuk level terendah di 6.255,49.

Saham teraktif hari ini dengan nilai transaksi terbesar antara lain saham TLKM mencapai Rp575,7 miliar di harga Rp3.880 yang turun 1,7%. Saham BBCA sebesar Rp522,17 miliar di harga Rp34.175 yang turun 0,5%. Saham BBRI mencapai Rp468,03 miliar di harga Rp4.580 yang naik 0,2%. Saham BMRI mencapai Rp344,7 miliar di harga Rp7.650. Saham ASII sebesar Rp275,5 miliar di harga Rp7.200 yang naik 0,3%.

Sektor saham mayoritas melemah dengan saham sektor perkebunan yang terdalam hingga 2,9% diikuti saham sektor infrstruktur dan sektor pertambangan yang turun 1,9%. Untuk penguatan tertinggi terjadi pada saham sektor industri dasar sebesar 1,02%.

Indeks JII turun 0,4%, indeks IDX30 melemah 0,6%, indeks SMInfra18 turun 1,8%, dan indeks ISSI turun 0,5% serta indeks LQ45 berkurang 0,7%.

Saham yang naik seperti 35% ke Rp81, saham LMAS naik 34,8% ke Rp151, saham YELO naik 34,2% ke Rp98, saham PAMG naik 13,9% ke Rp106.

Sedangkan saham yang naik seperti saham FIRE turun 21,3% ke Rp236, saham FILM melemah 8,3% ke Rp264, saham PPRO melemah 6,1% ke Rp61, saham BUMI melemah 5,6% ke Rp67.

#BursaSaham #DolarAS #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
IMF Yakin Pakta Fase I Bisa Angkat Ekonomi Global
Trump Paksa Eropa Lakukan Kesepakatan Dagang
Bursa Eropa Cermati Penanganan Virus Corona Baru
IHSG Berakhir Memerah di 6.233
Bursa Saham Asia Berakhir Variatif
Inilah Sektor Terdampak Kebijakan Fed di 2019
Pasokan Pulih, Harga Minyak Mentah Turun

kembali ke atas