NASIONAL

Rabu, 18 Agustus 2010 | 14:50 WIB

Inilah 'Keonaran' yang Pernah Dibikin Ruhut (2)

Abdullah Mubarok
Inilah 'Keonaran' yang Pernah Dibikin Ruhut (2)
Ruhut Sitompul inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta - Bukan pertama kali Ruhut Sitompul berulah. Kali ini, Ruhut muncul dengan gagasan penambahan masa jabatan Presiden melalui amandemen UUD 1945. Sebelumnya, ia pernah membuat masalah. Apa saja?Informasi yang dikumpulkan INILAH.COM, Kamis (18/8), pada 20 November 2009, Ruhut merelakan kupingnya dipotong jika dana bailout Rp 6,7 triliun Bank Century mengalir ke Partai Demokrat dan Presiden SBY.Tidak ada kaitannya SBY dan Demokrat dengan aliran dana Bank Century. Kalau ada, potong kuping Ruhut Sitompul.Berdekatan dengan pernyataan itu, Ruhut juga menyatakan lehernya siap ditebas pedang jika putra kesayangan SBY, Edhie Baskoro (Ibas) juga menikmati 'uang haram' Kasus Bank Century. Kalau Ibas terima Rp 500 Miliar, potong leher saya

Mantan politisi Golkar ini kembali merelakan lehernya ditebas jika Ketua Pansus Hak Angket Century tidak diduduki oleh Idrus Marham, pendatang baru di Hak Angket Century.Nggak mungkin oposisi (jadi ketua Pansus). Potong Leher saya. Ya buat apa dong koalisi. Ini kan kasihan rakyat. Ini hanya sinetron politik.Pada 20 Desember 2009, Ruhut kembali mengeluarkan pernyataan yang kontroversial bahwa ia rela dirajam jika Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani hadir bila dipanggil oleh Panitia Khusus (Pansus) Bank Century.Saya akan menjamin saat Boedi dipanggil tidak datang, Sri Mulyani tidak datang saat dipanggil. Teman-teman bisa panggil saya keluar, rajam saya, cabut nyawa saya. [bersambung/bar]

#sby #demokrat
BERITA TERKAIT
Andi Arief: Amien Rais Jangan Sok Jago Nantang SBY
Selepas Pemilu, SBY Surati Kader Demokrat
PD Pertanyakan Kritik Prabowo Soal Salah Presiden
Elite Demokrat Keluar Dari Arena Debat, Ada Apa?
(AHY Kampanye Bareng Prabowo) Demokrat: Jangan Ragukan Komitmen Kami
20 Petugas Dirawat Karena Kelelahan Awasi Pemilu
TKN Adukan Bukti Kecurangan BPN Ke Sentra Gakumdu

kembali ke atas